Aku dengar, kekayaan alammu mendunia Aku lihat, corak ragam budayamu membahana Aku rasa, nilai – nilai kemanusiaan terutama ramah tamahmu mempesona Tetaplah bijaksana pengelola negeri Bertahanlah dalam pesona wajah budaya yang membumi Berpeganglah pada prinsip kemanusiaan yang hakiki Aku bersihkan pemikiranku untuk membangun wajah negeriku tercinta Aku lapangkan hatiku untuk menguatkan tekad demi negeriku berwarna Aku korbankan waktuku untuk membuat negeriku bergema Indonesia Raya Tercinta……….. -Jakarta, 13 September 2022- 20.35 wib
Assalamu'alaikum siswa/i MTsN 21 Jakarta, di bawah ini adalah materi layanan dasar bidang sosial , bimbingan dan konseling . Silahkan simak dan perhatikan video berikut, kemudian baca materi di bawah video . Untuk menterjemahkan ke dalam bahsa Indosneia, di chanel youtube tersebut, kalian bilsa klik setting di sisi bawah, kemudian klik subtitle/cc , kemudian klik auto translate dan pilih translate Indonesia :
STOP BULLYING
Pengertian Bulliying
Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus.Terdapat beberapa jenis-jenis bullyinhg. Bullying dapat berbentuk tindakan fisik dan verbal yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
Barbara Coloroso (2006:47-50) membagi jenis-jenis bullying kedalam empat jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying, bullying dalam bentuk verbal adalah salah satu jenis yang paling mudah dilakukan dan bullying bentuk verbal akan menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut.
2. Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas. Kendati bullying jenis ini adalah yang paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut.
3. Bullying secara relasional atau sosial; adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. Bullying dalam bentuk ini cenderung perilaku bullying yang paling sulit dideteksi dari luar..
4. Bullying elektronik / cyber ;merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan.
Sebab-sebab Munculnya perilaku Bullying
1. Bullying terjadi karena tradisi turun temurun dari senior
2. Keinginan untuk balas dendam karena dulu pernah mendapatkan perlakuan yang sama .
3. Perasaan ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan (superior)
4. Kecewa karena orang lain tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.
5. Dorongan untuk mendapatkan kepuasan
6. Dianggap menghina atau mengganggu kelompok tertentu (gank)
Dampak negatif bullying bagi orang yang menjadi korban
1. Terganggu fisiknya seperti cedera, terluka, sakit, dan sebagainya’
2. Tertekan psikisnya (kejiwaannya) seperti takut, cemas, rasa tidak nyaman, resah, tertekan dan gejala tekanan psikis lain.
3. Pergaulan sosial terganggu, seperti minder, menyendiri, grogi, pendiam dan tertutup.
4. Terganggu prestasi belajarnya seperti nilai jelek, tidak konsentrasi belajar, lupa mengerjalkan tugas, sampai menurunnya rangking atau tidak naik kelas.
Bagaimana Mencegah dan Melawan Bullying
Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban tindakan bullying antara lain yang dapat kita lakukan adalah :
1. Hindari membawa atau memakai barang-barang mahal atau uang yang berlebihan
2. Jangan sendirian terutama di tempat sepi
3. Hindari cari gara-gara dengan pelaku bullying
4. Jangan berada di dekat dengan orang yang suka melakukan tindakan bullying atau berada di sekitar mereka
5. Kenali dan perhatikan pelaku bullying
6. Jangan ikut-kutan melakukan tindakan bullying dalam bentuk apapun.
Sedangkan Untuk melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap sebagai berikut :
1. Jadilah orang yang percaya diri dan tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau mengganggu dan diganggu.
2. Bersikap tenang saat ada yang mengganggu jangan biarkan emosi terpancing
3. Jika melihat ada tenman yang menjadi korban, maka tolonglah korban dan laporkan
4. Lakukan perlawanan diikuti dengan berteriak, lari atau tindakan apapun sambil mencari pertolongan
5. Catatlah tempat, orang-orang yang terlibat dan jenis gangguan yang mereka lakukan, laporkan pada orang tua, guru atau pihak berwajib.
#layanan Dasar
#Bidang Sosial
#Bimbingan dan Konseling
#MTsN 21 Jakarta
Nb; tulis nama dan kelas sebagai tanda kalian sudah menyimak video dan membaca materi di atas, dan boleh mengajukan pertanyaan di kolom komentar..
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar Anda mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri Anda.
2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan Anda masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem kebut semalam)
3. Kembangkan Materi yang Sudah di Pelajari
Jika Anda sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah Anda berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya atau cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet.
4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu Anda mengulang pelajaran selama ujian. Atau kata lain membuat rangkuman materi yang Anda pelajar. Bisa juga membuat peta konsep.
5. Membaca Adalah Kunci Belajar
Ingat pepatah lama mengatakan, buku adalah jendela dunia. Akan tetapi jika tidak dibaca hal ini juga sama saja, tidak ada artinya. Supaya Anda bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru.
6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal
Ya, fungsi utama kenapa Anda harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Anda boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah Anda sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Sebelum menghapal, usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
7. Hapalkan Kata-Kata Kunci
Kadang, mau tidak mau Anda harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak Anda memanggilnya. Misal, kata MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
9. Latih Sendiri Kemampuan Anda
Sebenarnya Anda bisa melatih sendiri kemampuan otak Anda. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan Anda. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
10. Sediakan Waktu untuk Istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar Anda di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru
Banyak jenis media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. Baik untuk belajar di kelas maupun belajar mandiri.
Setiap media pembelajaran tentu memilki karakteristik tersendiri. Dalam penfaatannya kamu dapat menyesuaikan dengan gaya belajar yang dominan dimiliki.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
Mudah mengingat dari yang dilihat daripada yang didengar
Lebih suka membaca daripada membacakan
Berbicara dengan tempo yang cukup cepat
Lebih menyukai suatu demonstrasi daripada pidato
Sulit menerima instruksi secara verbal, kecuali ditulis
Tidak mudah terganggu oleh keramaian
Suka menggambar apapun di kertas
Cara Belajar dan media pembelajaran :
1. Belajar dari gambar/foto atau video
2. Menggunakan alat tulis atau spidol untuk menandai
3. Membuat mind mapping
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
Suka mengingat sesuatu dari apa yang dideangar daripada yang dilihat
Senang mendengarkan
Mudah terganggu dengan keramaian
Kesulitan dalam tugs atau pekerjaan yang melibatkan visual
Pandai menirukan nada ataupun irama suara
Senang membaca dan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir
Biasanya merupakan pembicara fasih
Cara Belajar dan media pembelajaran :
1. Mendengarkan musik atau program audio lainnya
2. Merekam penjelasan materi
3. Membaca buku sambil diucapkan
4. Belajar bersama teman dan berdiskusi
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
Menyenangi belajar dengan metode praktik
Terkadang kesulitan dalam menulis tapi pandai dalam bercerita
Menyukai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari
Saat berkomunikasi banyak menggunakan isyarat tubuh
Menghafal dengan cara berjalan
Cara Belajar dan media pembelajaran :
1. Mempraktikkan yang dipelajari ( eksperimen )
2. Memanfaatkan multimedia interaktif untuk materi yang memerlukan bantuan media
3. Belajar sambil melibatkan gerakan seperti menjentikkan jari atau berjalan
Perilaku asertif adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Perilaku asertif ini dapat ditunjukkan ketika kita dengan tegas dan positif mengekspresikan diri kita. tanpa maksud mengalah dan juga menyerang orang lain. Kunci utama dalam Berkomunikasi asertif adalah "i Message" sampaikan perasaan, pikiran, atau opini Anda. tidak ada satu kekuatan pun di dunia yang dapat menghambat anda untuk berkomunikasi. Itulah mengapa setiap manusia berhak memiliki asertivitas pada segala komunikasi dan interaksi yang mereka miliki dengan orang-orang di sekitarnya.
Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya sendiri dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhannya secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan ataupun merugikan pihak lainnya. Dapat terlihat dengan jelas bahwa asertivitas tidak memberikan kerugian apapun pada diri kita sendiri.
Kita bersikap asertif ketika kita mampu untuk berkata "tidak", mampu meminta pertolongan, mampu untuk mengekspresikan perasaan positif dan negatif secara wajar, dan mampu berkomunikasi tentang hal-hal yang bersifat umum. Dengan kata lain, asertif adalah kemampuan mengekspresikan hak, pikiran, perasaan, dan kepercayaan secara langsung, jujur, terhormat, dan tidak mengganggu hak orang lain. Intinya, perilaku asertif memiliki beberapa ciri seperti, berani untuk secara jujur dan terbuka menyatakan kebutuhan, perasaan, dan pikiran dengan apa adanya tanpa menyakiti orang lain.
Perilaku asertif itu sangat diperlukan agar kita lebih mengenal diri dan lebih jujur dalam membina hubungan dengan sesama. Melalui asertivitas yang kita miliki, kita dapat belajar untuk lebih menghargai diri sendiri dan orang lain, mengekspresikan perasaan positif dan negatif, percaya diri, mau mendengarkan orang lain, mengembangkan kontrol diri, mengembangkan kemampuan untuk menolak tanpa merasa bersalah, dan berani meminta bantuan orang lain ketika membutuhkan.
Ketika kita berbicara asertif, kita dituntut untuk tahu alasan-alasan mengapa kita menolak atau menerima pernyataan orang lain. Jadi, kita tahu akibat dan sebab dari sesuatu yang akan kita lakukan. Menerapkan perilaku asertif tidak membuat keinginan kita serta-merta diterima oleh orang lain. Namun, lewat perilaku asertif ini, kita dapat belajar untuk berpikir logis dan belajar memahami teman (Studi Ilmu, 2019)
Mengapa sih kita harus membahas tentang stress dan cara mengatasinya ? tujuannya agar kita Dapat memahami gejala-gejala stress serta faktor-faktor penyebab dan cara mengatasinya.
Setiap orang pasti mengalami perasaan stress dan tidak ada seorang pun yang bisa menghindarkan diri dari stress. Namun, stress bisa dikelola sehingga justru mendatangkan nilai positif bagi seseorang. Stress tidak boleh dihilangkan sama sekali karena dia membantu kelangsungan hidup dan memberikan dinamika hidup” (Mudjaddid, Diffy: 2005). Maka dibutuhkan sebuah kecakapan dalam menghadapi tantangan dengan cara mengendalikan tanggapan (respon) secara proporsional dengan demikian manusia bisa memperbaiki kualitas hidupnya. Kemampuan mengolah ini tidak datang begitu saja tetapi didapatkan melalui sebuah proses.
Pandemi yang tak kunjung berakhir dan pembelajaran masih dilakukan secara daring. Pasti ada kalanya menyenangkan kadang juga bikin stress, menurut kalian apa sih yang dimaksud dengan stress?
Apa sih Bimbingan dan Konseling ? Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan sebuah layanan bantuan yang
diberikan kepada siswa dalam rangka upaya mengembangkan tugas perkembangan
pribadi, sosial, belajar, karir serta membantu siswa mengenal lingkungan dan
merencanakan masa depan.
Ada sebagian siswa yang belum mengenal Bimbingan Konseling di sekolah, mereka menganggap bahwa bimbingan dan konseling
adalah tempat anak bermasalah dan tempat mendapatkan hukuman, guru Bimbingan dan
konseling dianggap sebagai polisi sekolah , bagaimana menurut kalian? Sebelum
kalian menjawab, kita bahas dulu apa sih fungsi BK ?